On Minggu, 20 Juni 2010 0 komentar


Ema Tōyama


Ema Tōyama (遠山えま Tōyama Ema?) adalah mangaka yang lahir pada 23 Mei di Tokyo, Jepang. Debutnya adalah Tenshi no Tamago yang dipublikasikan lewat Nakayoshi. Gokkun! Pucho adalah komik serialnya yang pertama. Tokyopop telah menerbitkan Gokkun! Pucho dengan nama Pixie Pop. Selain lewat Kodansha, Tōyama juga membuat komik di Dengeki Maoh dan Square Enix.

Komik

  • Tenshi no Tamago [Heart Egg]

Debut Tōyama sebagai mangaka. Berkisah tentang gadis yang bertemu dengan sebuah telur yang membuatnya dekat dengan orang yang ia sukai. Manga ini hanya sebanyak 1 chapter (oneshoot).

  • Gokkun! Pucho [Pixie Pop | Glek! Pucho]

Komik serial Tōyama yang pertama. Manga ini tamat di buku ketiga. Berkisah tentang Mayu Kosaka yang telah menyukai Shinya Amamiya yang berubah 180 derajat hingga duduk di bangku kelas 1 SMP kemudian bertemu dengan peri minuman, Pucho, yang ternyata mengincar air matanya untuk menjadi dewasa. Sejak saat itu Mayu jika minum selain air putih akan berubah menjadi jenis minuman tersebut.

  • Mamacolle

Manga ini tamat pada buku keempat. Tamae Asahina sangat ingin memelihara Baby, binatang peliharaan jenis baru yang kenyal seperti teman-temannya. Namun sang ibu tak setuju karena Tamae selalu mendapat nilai jelek. Berhasilkah Tamae menyelesaikan tantangan sang ibu demi dapat memelihara Baby?

  • Koko ni Iru Yo! [I'm here!]

Manga ini tamat pada buku kelima. Hikage Sumino adalah gadis kelas 2 SMP yang keberadaannya tak pernah diketahui oleh siapapun. Kemudian datang Hinata, yang kemudian mengubah dunianya. Seorang yang begitu bersinar seperti matahari.

  • Watashi ni xx Shinasai!! [Do xx to Me!!]

Karya terbaru Tōyama. Berkisah tentang gadis berkulit dingin, Yukina Himuro yang juga pembuat novel di handphone dengan nama pena Yupina. Kemudian untuk membuat novel romansa, ia harus memiliki pengalaman seputar hal itu. Dan ia meminta si cowok-yang menurutnya membosankan, Shigure Kitami, untuk membuatnya mengalami hal itu!

  • Ichi Rabu Kyuu [One Loves Nine]

Manga Tōyama yang diserialisasikan di Dengeki Maoh. Berkisah tentang seorang cowok yang dikelilingi sembilan gadis di sekolah barunya di daerah dimana perbandingan laki-laki dan perempuan adalah 1:9 (satu banding sembilan).

  • Hyakuen! [One Hundred Yen!]

Manga Tōyama yang diserialisasikan di Square-Enix. Momo Yamada, seorang gadis yang selalu optimis namun senang mengumpulkan uang! Bersama Suzuki Madoka, mereka berdua mengumpulkan uang sedikit demi sedikit demi menggapai mimpi mereka!

Read more ...»

On Kamis, 17 Juni 2010 0 komentar


Harajuku




Harajuku (原宿) adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Kuil Meiji, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dōri), department store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan tidak dicantumkan sewaktu menulis alamat.

Sekitar tahun 1980-an, Harajuku merupakan tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku. Sampai hari ini, kelompok anak muda berpakaian aneh bisa dijumpai di kawasan Harajuku. Selain itu, anak-anak sekolah dari berbagai pelosok di Jepang sering memasukkan Harajuku sebagai tujuan studi wisata sewaktu berkunjung ke Tokyo.

Sebetulnya sebutan "Harajuku" hanya digunakan untuk kawasan di sebelah utara Omotesando. Onden adalah nama kawasan di sebelah selatan Omotesando, namun nama tersebut tidak populer dan ikut disebut Harajuku.

Sejarah

Sebelum zaman Edo, Harajuku merupakan salah satu kota penginapan (juku) bagi orang yang bepergian melalui rute Jalan Utama Kamakura. Tokugawa Ieyasu menghadiahkan penguasaan Harajuku kepada ninja dari Provinsi Iga yang membantunya melarikan diri dari Sakai setelah terjadi Insiden Honnōji.

Di zaman Edo, kelompok ninja dari Iga mendirikan markas di Harajuku untuk melindungi kota Edo karena letaknya yang strategis di bagian selatan Jalan Utama Kōshū. Selain ninja, samurai kelas Bakushin juga memilih untuk bertempat tinggal di Harajuku. Petani menanam padi di daerah tepi Sungai Shibuya, dan menggunakan kincir air untuk menggiling padi atau membuat tepung.

Di zaman Meiji, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya. Pada tahun 1906, Stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api Yamanote. Setelah itu, Omotesando (jalan utama ke kuil) dibangun pada tahun 1919 setelah Kuil Meiji didirikan.

Setelah dibukanya berbagai department store pada tahun 1970-an, Harajuku menjadi pusat busana. Kawasan ini menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fesyen seperti Anan dan non-no. Pada waktu itu, kelompok gadis-gadis yang disebut Annon-zoku sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah Anan dan non-no.

Sekitar tahun 1980-an, Jalan Takeshita menjadi ramai karena orang ingin melihat Takenoko-zoku yang berdandan aneh dan menari di jalanan. Setelah ditetapkan sebagai kawasan khusus pejalan kaki, Harajuku menjadi tempat berkumpul favorit anak-anak muda. Setelah Harajuku makin ramai, butik yang menjual barang dari merek-merek terkenal mulai bermunculan di Omotesando sekitar tahun 1990-an.

Read more ...»

On 0 komentar

Namie Amuro



Namie Amuro
MTV Asia Aid di Bangkok, Thailand tahun 2005
Latar belakang
Nama lahir 安室奈美恵 (Amuro Namie)
Asal Okinawa, Jepang
Genre Pop Jepang, R&B, Hip Hop/Hip-Pop, Gospel
Pekerjaan Singer, Penulis lagu, Produser rekaman
Instrumen Menyanyi
Tahun aktif 19921995 (grup musik)
1995–sekarang (solo)
Perusahaan rekaman Toshiba-EMI (1992–1995)
Avex Trax (1995–sekarang)
Terkait
dengan
SUPER MONKEY'S
SUITE CHIC
Situs web http://www.avexnet.or.jp/amuro

Namie Amuro (安室奈美恵 Amuro Namie?, lahir di Okinawa, Jepang, 20 September 1977; umur 32 tahun) adalah seorang penyanyi asal Jepang.

Amuro dikenal sebagai 'Ratu J-pop' sebelum kepopulerannya dilewati Ayumi Hamasaki. Ia memulai debutnya pada tahun 1992 sebagai bagian dari grup Super Monkey's, namun mulai berkarier solo pada tahun 1995 melalui rilis singel Taiyou no Season. Ia lalu pindah label rekaman ke avex trax dan mengeluarkan single Body Feels EXIT yang memperoleh debut pada peringkat tiga tangga lagu Oricon. Dari 1995 hingga 1996, tiga singelnya Chase the Chance, Don't wanna cry, dan You're My Sunshine berturut-turut menempati peringkat pertama Oricon. Di tahun yang sama ia juga merilis album pertamanya Sweet 19 Blues yang berhasil terjual lebih dari 3 juta kopi. Saat itu kepopuleran Amuro telah berhasil mencapai dunia busana pula. Gaya berpakaian Amuro banyak ditiru remaja Jepang yang dikenal sebagai Amurer.

Tahun 1997 ia mengeluarkan singel Can You Celebrate? yang terjual sebanyak 2,296 juta kopi dan bertahan sebagai singel terlaris penyanyi wanita solo dalam sejarah Jepang hingga kini. Pada tahun tersebut albumnya yang kedua Concentration 20 juga sukses di pasaran. Beberapa bulan kemudian, ia mengejutkan publik saat mengumumkan bahwa ia sedang hamil tiga bulan dan telah menikah. Mayoritas dari tahun 1998 ia manfaatkan sebagai hiatus untuk melahirkan anaknya. Periode ini disebut sebagai awal turunnya kepopuleran Amuro.

Ia kembali pada akhir tahun 1998 melalui singel I Have Never Seen. Album ketiganya, Genius 2000 (2000), yang diproduksi oleh Tetsuya Komuro bersama produser musik AS, Dallas Austin, sukses di pasaran namun gagal mencapai penjualan hingga 1 juta kopi. Pada Juli singel Never End dirilis. Singel tersebut digunakan sebagai lagu untuk Pertemuan G8 di Okinawa tahun tersebut dan Amuro turut diundang untuk menyanyikan lagu tersebut di sana.

Di akhir tahun tersebut album Break the Rules dilepas ke pasaran namun merupakan kegagalan besar karena penjualan yang turun drastis dibandingkan Genius 2000 - 334.520 kopi. Setelah menghentikan kerjasama dengan Komuro, produsernya sejak tahun 1995, ia mengeluarkan singel Say the word pada Agustus 2001. Singel tersebut adalah singel terakhirnya yang berhasil terjual melebihi 100 ribu kopi sebelum All for you (2004).

Tahun 2002-2003 ia terlibat dalam projek sampingannya yang bernama Suite Chic, di mana ia berkolaborasi dengan beberapa musisi R&B dan hip-hop Jepang, sekaligus menandai mulainya transisi aliran musik Amuro, dari pop ke R&B dan hip-hop. Di tahun 2002 pula ia bercerai dari suaminya.

Ia kembali ke jalur solo pada tahun 2003 lewat singel shine more, Put 'Em Up dan SO CRAZY serta album kelimanya, STYLE. STYLE adalah albumnya yang paling buruk penjualannya, namun karena pasar musik Jepang sedang mengalami kelesuan ketika itu, 221.874 kopi dianggap sebagai hasil yang cukup baik. Pada Oktober 2004 melalui GIRL TALK untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir singelnya berhasil mearih peringkat pertama Oricon. Tahun berikutnya, album Queen of Hip-Pop menjadi album tersuksesnya dalam lima tahun terakhir.

Read more ...»

On 0 komentar


Thelma Aoyama


Thelma Aoyama
青山テルマ
Latar belakang

Asal Flag of Japan.svg Yamatotakada, Prefektur Nara
Genre R&B
Pekerjaan penyanyi
penulis lirik
Tahun aktif 2006–sekarang
Perusahaan rekaman Universal Music Group Japan
Terkait
dengan
Dohzi-T, DS455, SoulJa, Tanaka Roma
Situs web thelma.jp

Thelma Aoyama (青山 テルマ?) (lahir di Yamatotakada, Prefektur Nara, 27 Oktober 1987; umur 22 tahun) adalah penyanyi beraliran R&B asal Jepang. Kakek dari pihak ayah adalah orang Trinidad dan Tobago.

Karier

Sewaktu masih berusia 3 tahun, kaset video Rhythm Nation dari Janet Jackson berulang-ulang ditontonnya hingga pita kaset video menjadi melar.[1] Ketika tiba usia sekolah, Thelma dimasukkan ke Sekolah Internasional Osaka di kota Mino, Prefektur Osaka hingga kelas 6 SD.[2] Jyongri adalah teman satu sekolahnya. Sejak usia 12 tahun, ia diajak orang tuanya pindah ke Los Angeles.[3] Ketika berusia 10 tahun, Thelma mulai tahu bahwa menyanyi itu menyenangkan dan mulai mengambil les menyanyi gospel.[4]

Musim panas tahun 2002, Thelma yang waktu itu berusia 14 tahun berjalan-jalan ke Jepang, dan berkesempatan mengikuti audisi. Perusahaan rekaman melihat bakat Thelma, dan mulai merencanakan debutnya sebagai penyanyi. Di musim dingin tahun yang sama, Thelma pulang ke Jepang dan mulai menetap di Tokyo.[1] Thelma menjalani latihan vokal sambil bersekolah di sebuah sekolah internasional.

Sambil kuliah, Thelma memulai kariernya sebagai penyanyi. Singel perdana Thelma adalah "One Way" yang dirilis 5 September 2007. Namanya mencuat setelah jadi pasangan berduet SoulJa dalam "Koko ni Iruyo feat. Aoyama Thelma". Kesuksesan diraih Aoyama Thelma setelah merilis lagu jawaban untuk "Koko ni Iruyo" dengan judul "Soba ni Iru ne". Lagu yang menampilkan SoulJa ini menjadi sampai di urutan nomor satu tangga singel Oricon[5], dan laku di atas 424 ribu keping. Sementara itu versi lagu unduhnya terjual lebih dari 6,2 juta kopi.[6]

Diskografi

Singel

  1. "One Way" (5 September 2007)
  2. "Soba ni Iru ne" feat. SoulJa (23 Januari 2008)
  3. "Nando mo" (9 Juli 2008)
Read more ...»